Saat Asap Menutup Rezeki, Sultan Muda Membuka Hati: 2.000 Beras untuk Pahlawan Jalanan Palembang

PALEMBANG,JR.ID – Jika kabut asap karhutla menutup langit Palembang, kepedulian justru membuka hati. Di saat ribuan driver ojek online kehilangan order karena sekolah libur dan warga takut keluar rumah, sekelompok pengusaha muda justru datang dengan karung-karung beras.

Pemandangan haru itu terlihat di Gedung OJK Kantor Regional, Palembang, Jumat (16/10/2026) sore. Tidak ada sekat antara pengusaha berdasi dan driver berjaket hijau.

Bacaan Lainnya

Di sanalah Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., komunitas Sultan Muda Sumsel dari HIPMI, dan OJK Sumsel bersatu. Mereka tidak bicara soal saham atau investasi, mereka bicara soal perut.

*Orderan Sepi, Dapur Harus Tetap Ngebul*

Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, S.E., M.Sc., membuka fakta pilu yang jarang disorot. Dampak karhutla bukan hanya soal ISPA dan sekolah libur.

“Banyak mitra driver ojek online yang kehilangan penghasilan karena permintaan turun drastis. Saat sekolah diliburkan, orderan antar jemput mati. Saat warga WFH karena kabut, orderan makanan pun sepi. Begitu juga pedagang kaki lima dan UMKM,” ujar Arifin dengan nada prihatin.

Inisiatif ini lahir dari grup WhatsApp yang intens antara OJK, asosiasi driver, dan anak-anak muda Sultan Muda. Data awal saja sudah ribuan yang terdampak.

*Gubernur Terharu: Kalkulator Mereka Masih Ada Kolom Berbagi*

Momen paling menyentuh datang dari Gubernur Herman Deru. Ia mengaku bukan sekadar bangga secara formalitas sebagai kepala daerah, tapi benar-benar terharu.

“Ini aksi kemanusiaan murni. Saya terharu. Di tengah kesibukan menjalankan bisnis dan organisasi yang luar biasa, teman-teman HIPMI dan Sultan Muda masih sempat berpikir untuk berbagi. Tidak semua orang kalkulatornya punya kolom berbagi. Ada yang cuma tambah, kali, kurang. Tapi mereka, kolom baginya masih ada,” ungkap Deru yang disambut tepuk tangan ratusan driver.

Gubernur berjanji bantuan ini tidak berhenti di 2.000 paket. Ia menyebut masih ada segmen lain yang juga terdampak, mulai dari petani hingga nelayan yang hasil tangkapannya terganggu asap.

“Apa yang diterima hari ini adalah simbol solidaritas. Sabar ya kawan-kawan. Upaya kami akan terus berlanjut sampai semua tercover,” janjinya.

*Yang Hadir Bukan Orang Sembarangan*

Acara ini dihadiri jajaran lengkap. Mulai dari Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel Basyaruddin Akhmad, Ketua Umum HIPMI Sumsel Puri Andamas, Ketua Asosiasi Driver Online Sumsel Muhammad Asrul Indrawan, hingga para Kadis Koperasi & UKM, Perdagangan, Perindustrian, Kominfo, Perhubungan, Kasat Pol PP, dan Tim Gerak Cepat Penanggulangan Bencana.

Namun di hari itu, semua jabatan ditanggalkan. Yang ada hanya satu tujuan: memastikan dapur para pahlawan jalanan tetap ngebul meski langit Palembang masih diselimuti asap.

Penyerahan ditutup dengan simbolis: satu karung beras diserahkan dari tangan pengusaha muda ke tangan driver ojol. Sederhana, tapi maknanya dalam. Bahwa di Bumi Sriwijaya, gotong royong belum mati. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *