Produksi Padi Muratara Digenjot, Teknologi PM-AAS Mulai Diterapkan

Oplus_131072

MURATARA|Jembatanrakyat.id – Upaya mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terus dilakukan melalui penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian.
Salah satunya diwujudkan melalui Gerakan Tanam Padi dengan penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pengembangan PM-AAS di Kabupaten Muratara. Pada tahap awal, penerapan dilakukan di lahan seluas 1 hektare dari total target pengembangan mencapai 43 hektare.

Bacaan Lainnya

Gerakan tanam tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Muratara, Al Azhar, S.Kom., M.Si., yang mewakili Bupati Muratara, Kepala BRMP Sumatera Selatan Dr. Noor Roufiq Ahmadi, S.TP., M.P., Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara Ade Meiri Siswani, S.P., M.P., para penyuluh pertanian, petani serta jajaran pemerintah daerah.

Kepala BRMP Sumatera Selatan Dr. Noor Roufiq Ahmadi mengatakan, PM-AAS merupakan inovasi dalam budidaya padi yang mengedepankan pemanfaatan mekanisasi dan teknologi modern.

Menurutnya, penerapan sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendongkrak produktivitas hasil pertanian.

“Melalui penerapan teknologi ini, produktivitas padi di Muratara ditargetkan dapat meningkat hingga 10 ton per hektare,” ujarnya.

Target tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi padi Muratara, mengingat produktivitas saat ini masih berada pada kisaran 5–6 ton per hektare.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara Ade Meiri Siswani menyampaikan apresiasi kepada BRMP Sumatera Selatan atas dukungan terhadap penerapan PM-AAS di wilayah Muratara.

Ia berharap penggunaan teknologi pertanian modern dapat mempercepat transformasi sektor pertanian menjadi lebih efisien, produktif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Staf Ahli Bupati Muratara Al Azhar juga mengajak para penyuluh pertanian untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan terhadap penerapan teknologi tersebut.
Menurutnya, pengawalan dari penyuluh sangat penting agar penerapan PM-AAS dapat berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat petani.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman padi menggunakan drum seeder melalui sistem tanam benih langsung (tabela) dengan pola 4:1.
Penerapan PM-AAS di Desa Lesung Batu Muda diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas padi, mempercepat proses tanam, serta mendorong efisiensi usaha tani.

Selain itu, program tersebut diharapkan turut memperkuat peran Kabupaten Muratara dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan target swasembada pangan nasional.

_Pandi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *