Polda Sumsel Bersama ADO Gelar Aksi Sosial, Draiver Online di Dorong Jadi Mitra Strategis Kamtibmas

PALEMBANG,JR.ID – Dalam suasana penuh kehangatan dan solidaritas, Sekretariat DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan yang berlokasi di “Kedai ADOPRESISI” menjadi pusat perhatian ratusan pengemudi online roda dua dan roda empat. Acara aksi bantuan sosial ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk perwakilan Kapolda Sumatera Selatan, Kadirlantas Sumsel, Kapolrestabes Palembang, serta staf ahli dari Gubernur dan Walikota Palembang.

Acara ini menandai perubahan narasi dari wacana “Agustus Gelap” yang sempat beredar di kalangan driver, menjadi gerakan positif “Agustus Penuh Bendera” sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa para pengemudi yang dijuluki sebagai “Pahlawan Pencari Nafkah”.

Bacaan Lainnya

Kisah Haru dan Tantangan di Aspal

Ketua DPD ADO Sumatera Selatan, M. Asrul Indrawan S.H., dalam sambutannya menyampaikan realita pahit yang dihadapi para pengemudi online selama lima tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa banyak anggota mereka yang meninggal dunia akibat kecelakaan atau sakit tanpa meninggalkan warisan berarti, bahkan harus ditanggung oleh komunitas karena tidak adanya asuransi memadai.

“Kami setiap hari mengantar jenazah teman-teman kami. Alhamdulillah, selama lima tahun kami dibantu dengan satu unit ambulans dari Gubernur Sumsel dan satu dari Walikota Palembang. Namun, mobil itu hampir setiap hari keluar karena musibah yang tak henti-hentinya,” ujar Asrul dengan nada haru.

Asrul juga menyoroti kerentanan para driver terhadap tindak kejahatan seperti penjambretan dan begal, serta perlakuan tidak manusiawi dari sebagian konsumen. Ia menekankan bahwa meskipun penghasilan mereka kecil, martabat mereka harus dihargai.

“Kami ini pencari nafkah. Uang seribu dua ribu kami hargai. Jangan coba-coba ganggu kami atau kota ini. Kami cinta damai, tapi jika kantor polisi atau pemerintah diganggu, DPD ADO Sumsel siap back up 24 jam dengan ribuan anggota yang siaga,” tegas Asrul, menunjukkan loyalitas komunitasnya terhadap stabilitas keamanan daerah.

Ia juga mengajukan permohonan kepada pihak kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan kehilangan HP atau motor, serta menghidupkan kembali wacana tombol panik (panic button) yang terintegrasi dengan Polsek terdekat untuk keselamatan driver.

Polisi: Driver Online Adalah Mitra Strategis Kamtibmas

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, yang mewakili diri dan jajarannya, memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh DPD ADO Sumsel.

Kapolda menegaskan bahwa pengemudi online bukan sekadar penyedia jasa transportasi, melainkan mitra strategis dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kamtibmas.

“Rekan-rekan driver berada di jalan setiap hari. Anda sering menjadi pihak pertama yang mengetahui kecelakaan, kemacetan, hingga tindak kejahatan. Karena itu, perkuat komunikasi melalui Kedai ADOPRESISI. Jika melihat gangguan, segera laporkan via 110 atau kantor terdekat. Jangan main hakim sendiri,” pesan Kapolda Sandi.

Kapolda juga memerintahkan seluruh jajaran Polda Sumsel untuk merespons cepat setiap laporan dan keluhan dari pengemudi online. “Hadirilah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Jangan pernah lupa, juragan kita adalah masyarakat. Utamakan keselamatan, patuhi lalu lintas, dan jangan gunakan ponsel saat berkendara. Rezeki harus dicari, tetapi keselamatan tidak boleh dikorbankan,” tambahnya.

Simbolisme Bantuan dan Harapan Ke Depan

Dalam acara tersebut, diberikan bantuan simbolis kepada para pengemudi sebagai bentuk kepedulian bersama. Bantuan ini bukan hanya dinilai dari nominalnya, tetapi sebagai pesan moral bahwa masyarakat dan pemerintah tidak membiarkan para pekerja keras ini menghadapi kesulitan sendirian.

M. Asrul Indrawan menutup sambutannya dengan harapan agar birokrasi terkait perpanjangan SIM dan STNK dapat dipermudah, serta adanya koordinasi yang lebih erat antara Pemkot Palembang, Pemprov Sumsel, dan Polresta Palembang untuk melindungi hak-hak dasar pengemudi online.

Acara berakhir dengan doa bersama dan komitmen bersama untuk menjaga Palembang tetap aman, kondusif, dan penuh solidaritas. Kolaborasi antara aparat keamanan dan komunitas driver online ini diharapkan menjadi model kemitraan yang berkelanjutan di Bumi Sriwijaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *