PALEMBANG GESER JAKARTA! Bos-Bos Suku Anxi dari 6 Negara Turun Gunung, Incar Pelabuhan Tanjung Carat dan Lahan Pertanian Sumsel

PALEMBANG,JR.ID – Jika biasanya Jakarta jadi pusat segalanya, kali ini Palembang yang bikin dunia melirik. Pertemuan Paguyuban Suku Anxi ke-12 yang seharusnya digelar di Jakarta, resmi dipindahkan ke Palembang!

Alasannya menohok: Palembang dinilai jauh lebih siap soal kesiapan dan SDM.

Bacaan Lainnya

Acara akbar yang digelar 3 tahun sekali ini menjadi magnet para taipan. Tercatat delegasi dari *6 negara: Cina (Anxi), Singapura, Malaysia, Myanmar, Hong Kong, dan Indonesia* sebagai tuan rumah tumpah ruah di Kota Pempek. Ditambah perwakilan dari *5 provinsi: Sumsel, Riau, Jawa Timur, NTT, Jambi, dan Jakarta.*

“Edisi sebelumnya di Makau, edisi ke-12 ini di Palembang, dan edisi ke-13 nanti di Malaysia bertepatan dengan 100 tahun paguyuban kami,” ujar *Harun, Humas Paguyuban Anxi*, generasi ke-4 Suku Anxi di Palembang.

*Bukan Sekadar Reuni, Tapi Bursa Investasi Raksasa*

Jangan salah, mereka yang datang bukan orang sembarangan. Mereka adalah pengusaha-pengusaha besar yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di negaranya.

Pertemuan yang juga dihadiri utusan dari Thailand dan Vietnam ini bukan sekadar temu kangen keluarga besar penutur Hokkien yang bermigrasi sejak zaman dinasti. Ada misi bisnis raksasa di baliknya.

“Harapannya pertemuan ini membuahkan kerja sama investasi. Selama ini keluarga besar Anxi memang banyak berkecimpung di SDA, pertanian dan perkebunan,” ungkap Harun.

Sektor yang diincar pun sangat strategis untuk Sumsel: *pertanian, Pelabuhan Tanjung Carat, dan pengadaan alat.*

Gubernur Sumsel *H. Herman Deru* yang turut hadir dalam pertemuan ini menyambut antusias. Masuknya investor kakap dari komunitas Anxi diyakini bisa menjadi lokomotif baru ekonomi Sumsel.

*Dipuji Karena Keramahan, Meski Kota Diselimuti Asap*

Para delegasi yang tiba sejak 24 Oktober ini pun dibuat jatuh cinta dengan Palembang. Mereka diajak menyusuri Pulau Kemaro dan berfoto di Jembatan Ampera.

“Alhamdulillah sehari sebelum acara turun hujan, jadi asap berkurang. Mereka sangat menikmati keramahan warga Palembang dan potensi wisata religi kita,” kata Harun.

Suku Anxi sendiri memegang teguh nilai kekeluargaan, persaudaraan, dan saling tolong-menolong. Dan kini, dari Palembang, nilai itu mereka buktikan dengan membawa peluang investasi yang manfaatnya bukan hanya untuk keluarga, tapi untuk masyarakat luas.

Dari ujung muara Musi, Palembang membuktikan diri mampu menjadi tuan rumah dunia. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *