Dari Ujung Muara Jadi Sorotan Nasional – Sungsang IV Diincar LKPP Jadi Desa Teladan Pengadaan se-Indonesia

BANYUASIN,JR.ID –Siapa sangka desa di ujung muara Sungai Musi ini kini jadi buah bibir nasional. Desa Sungsang IV, Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyuasin, resmi dilirik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI untuk dijadikan Desa Champion.

Dari 22 desa yang mewakili 22 kabupaten/kota se-Indonesia di tahun 2026, hanya satu dari Sumatera Selatan yang terpilih, dan itu adalah Sungsang IV.

Bacaan Lainnya

Potret itu terungkap dalam sosialisasi dan pengukuran tingkat kematangan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Desa yang dibuka langsung Sekda Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST, MM, MBA, IPU, ASEAN Eng di Ballroom Hotel OPI Jakabaring, Rabu (21/10/2026).

Warning Keras Sekda: Kades Jangan Main-main Soal Belanja Desa!

Di hadapan peserta, Sekda Erwin melempar warning keras. Banyak kepala desa yang belum paham betul soal aturan belanja desa. Akibatnya, niat membangun desa bisa berujung jeruji besi.

Ini yang ingin dicegah Pemkab Banyuasin.

“Ini benteng kita agar kades tidak tersandung hukum. Semua harus sesuai aturan, mulai dari perencanaan, belanja, sampai LPJ-nya. Kita cegah korupsi dan gratifikasi sejak dari desa,” tegas Sekda Erwin yang dikenal tegas soal tata kelola.

Sekda ingin Sungsang IV menjadi bukti bahwa desa pesisir pun bisa tertib administrasi dan menjadi contoh bagi ratusan desa lain di Banyuasin.

Diakui LKPP, Nilai Sungsang IV Bikin Bangga

Perwakilan LKPP RI, Joko Yustisio, tak ragu memuji progres Desa Sungsang IV. Desa ini telah melalui tahapan pengisian instrumen dan pendampingan bukti dukung yang cukup berat.

Hasilnya? Tidak mengecewakan.

“Dari hasil sementara, Sungsang IV dapat nilai 54 dan masuk Level 3 dari 5 level kematangan. Ini modal awal yang sangat bagus untuk menjadi desa percontohan,” ungkap Joko.

Ia menjelaskan, pengukuran ini tidak hanya melihat kertas dan administrasi, tapi juga praktik nyata pengadaan di desa. Apakah sudah transparan, profesional, dan akuntabel.

Kabag PBJ Setda Banyuasin, Dr. Yulinda, SKM, M.Si, MT, menambahkan hasil ini akan diverifikasi dan diplenokan sebelum Sungsang IV resmi dinobatkan sebagai Desa Percontohan PBJ pertama di Sumsel.

Jika berhasil, model Sungsang IV akan direplikasi ke seluruh desa di Banyuasin. Tujuannya satu: uang desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan habis karena salah kelola. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *