Perang Pingpong Pecah di Gedung PDAM, Palembang Seleksi 100 Atlet Demi Satu Ambisi: Juara Umum Porprov!

PALEMBANG,JR.ID — Gedung Serbaguna PDAM Tirta Musi di Jalan Rambutan mendadak berubah jadi medan perang, Sabtu (24/10/2026). Bukan perang air, tapi perang pingpong.

Lebih dari 100 petarung meja hijau dari seluruh penjuru Palembang saling sikat, saling smash, demi satu tiket emas: mewakili Kota Palembang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel November mendatang.

Bacaan Lainnya

Inilah seleksi brutal yang digelar Federasi Pingpong Masyarakat Indonesia (FPMSI) di bawah naungan KORMI Kota Palembang. Tidak ada jalur belakang, tidak ada titipan. Hanya yang terbaik yang berangkat.

Seleksi akbar ini dibuka langsung oleh Staf Ahli Wali Kota Palembang, Herly Kurniawan, mewakili Wali Kota Drs. H. Ratu Dewa, M.Si. Turut hadir Ketua KORMI Kota Palembang Zulfikar Muharrami, S.E., para Kepala Dinas, Direktur Utama Perumda Tirta Musi, dan Camat Ilir Barat II.

*Zulfikar: Kami Cari Petarung, Bukan Peserta Seremonial*

Ketua KORMI Palembang, Zulfikar Muharrami, S.E., langsung pasang standar tinggi. Ia muak dengan seleksi formalitas.

“Tujuan kami hari ini jelas. Kami tidak cari peserta seremonial. Kami cari petarung yang punya niat baja dan kapabilitas juara. Yang bisa bawa Palembang jadi Juara Umum Porprov,” tegas Zulfikar lantang.

Menurutnya, antusiasme 100 lebih peserta ini bukti pingpong bukan olahraga pinggiran. Ini olahraga rakyat yang membakar semangat.

“Pemko sudah support penuh. Sekarang giliran atlet yang buktikan. Main dengan hati gembira, karena prestasi besar lahir dari hati yang gembira,” ujarnya.

*Pesan Wali Kota: Menang Penting, Karakter Lebih Penting*

Sementara itu, Herly Kurniawan yang membacakan sambutan Wali Kota, memberi penekanan berbeda. Baginya, Porprov bukan sekadar soal medali.

“Kejuaraan ini bukan sekadar adu menang kalah. Ini cara kita membangun budaya olahraga dan mempererat silaturahmi warga Palembang,” kata Herly.

“Pingpong mengajarkan kita disiplin, kerja sama, dan pantang menyerah. Itu modal jadi masyarakat yang sehat dan berdaya saing,” tambahnya.

Sebelum membuka acara dengan Bismillahirrahmanirrahim, Herly menitip pesan keras untuk tim seleksi:

“Seleksi harus objektif, jujur, dan aman. Bagi peserta, kemenangan memang membanggakan, tapi sportivitas dan karakter jauh lebih berharga dari sekadar piala.”

Setelah doa bersama, pertandingan perdana langsung meledak. Suara bola plastik beradu dengan bet menggema di seluruh gedung. Riuh, meriah, dan penuh gengsi.

Palembang sudah memanaskan mesin. Porprov November nanti, mereka datang bukan untuk ikut-ikutan. Mereka datang untuk jadi Juara Umum.(R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *