PALEMBANG,JR.ID – Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang menjadi momentum untuk mengubah pola pembinaan warga binaan. Kepala Lapas yang baru, Imam Purwanto, menargetkan 200 dari sekitar 1.000 warga binaan dapat terlibat dalam kegiatan kerja produktif.
Target itu menjadi bagian dari implementasi 15 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama di bidang ketahanan pangan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Imam mengatakan pembinaan warga binaan tidak seharusnya berhenti pada pemberian keterampilan. Produk yang mereka hasilkan harus memiliki nilai ekonomi dan, jika memenuhi standar, dapat dipasarkan ke luar negeri.
“Kita ingin warga binaan produktif. Dari sekitar 1.000 warga binaan, target kita 200 orang bisa bekerja,” ujar Imam disela acara kegiatan pisah sambut hari ini, di Lapas Kelas I merah mata Palembang, Senin, 14 September 2026.
Menurut Imam, sejumlah keterampilan akan dikembangkan sesuai potensi pasar. Salah satunya pembuatan produk berbahan rotan.
Lapas rencananya akan mendatangkan instruktur untuk melatih para warga binaan untuk membuat kursi dan berbagai produk rotan. Setelah pelatihan, hasil produksi akan dievaluasi untuk melihat kualitas serta kesesuaiannya dengan standar pasar.
Jikalau memenuhi standar ekspor, maka produk tersebut akan diarahkan untuk memasuki pasar internasional.
“Jika kualitasnya memenuhi standar ekspor, tentunya kita akan dorong ke arah sana,” kata Imam.
Untuk supaya program tersebut tidak berhenti dan terus berjalan sebagai pelatihan, Lapas Kelas I Palembang juga menyiapkan program kerja sama dengan para pengusaha. Perjanjian kinerja dengan pelaku usaha ditargetkan terealisasi dalam dua hingga tiga bulan mendatang.
Imam mengatakan keterlibatan dunia usaha penting agar hasil pembinaan memiliki jalur pemasaran yang jelas. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi modal ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat.
Sertijab kepala lapas kelas 1 Palembang. Jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Palembang resmi diserahterimakan dari pejabat lama M. Pithra Jaya Saragih kepada pejabat baru Imam Purwanto.
Acara berlangsung dengan hikmat dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi kementerian, jajaran pemasyarakatan, pemerintah daerah, TNI-Polri, Forkopimda, serta mitra kerja Lapas Kelas I Palembang.
Di antaranya hadir Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan R. Andika Dwi Prasetya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan Yulius Sahruzah, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sumatera Selatan Maju Amintas Siburian, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Lampung Taufiqurrakhman.
Turut hadir perwakilan Kantor Wilayah HAM Sumatera Selatan dan Kantor Wilayah Imigrasi Sumatera Selatan, kepala UPT Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan, Kepala Kantor Imigrasi Khairil Mirza, jajaran Forkopimda, TNI-Polri, serta mitra kerja.
Imam mengatakan kepemimpinannya akan diarahkan untuk memperkuat program pembinaan yang menghasilkan. Ukuran keberhasilan, kata dia, bukan hanya jumlah warga binaan yang mengikuti pelatihan, tetapi seberapa jauh keterampilan tersebut menghasilkan produk bernilai dan membuka peluang ekonomi.
Program itu sekaligus menjadi tantangan baru bagi Lapas Kelas I Palembang: memastikan pembinaan warga binaan tidak sekadar menghasilkan keterampilan, tetapi mampu menghasilkan produk – produk yang kompetitif dan laku di pasaran serta diminati masyarakat. (*)















