PALEMBANG,JR.ID – Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI, Andie Dinialdie memilih mengawali kepemimpinannya dengan menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar Sumsel.
Bagi Andie Dinialdie, kepercayaan yang diberikan seluruh kader, bukan sekadar hasil dari proses demokrasi internal partai, melainkan amanah besar yang harus dijaga melalui kerja nyata, pengabdian, serta komitmen untuk terus membesarkan Partai Golkar di Sumsel.
Dalam pernyataannya usai ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Andie Dinialdie menegaskan bahwa dukungan yang diterimanya menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras demi kemajuan organisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar Sumatera Selatan yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Amanah ini akan saya jaga dan saya jalankan dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Andie Dinialdie.
Ucapan terima kasih tersebut tidak hanya ditujukan kepada peserta Musda, tetapi juga kepada seluruh elemen Partai Golkar yang selama ini menjaga soliditas organisasi di berbagai tingkatan.
Andie Dinialdie secara khusus menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel, para Ketua DPD Partai Golkar kabupaten dan kota se Sumsel, organisasi Hasta Karya, seluruh kader Partai Golkar, hingga tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan kepadanya.
Menurutnya, keberhasilan dalam Musda XI bukanlah kemenangan individu, melainkan hasil dari semangat persatuan dan kebersamaan seluruh kader yang terus menjaga kekompakan partai.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus, Ketua DPD tingkat II, organisasi Hasta Karya, seluruh kader Partai Golkar Sumatera Selatan, serta tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan. Kepercayaan ini menjadi semangat bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” ungkapnya.
Andie Dinialdie menilai dukungan yang begitu besar merupakan modal penting bagi Partai Golkar untuk menghadapi berbagai tantangan politik ke depan. Karena itu, ia mengajak seluruh kader tetap menjaga solidaritas serta mengesampingkan perbedaan yang mungkin muncul selama proses Musda berlangsung.
Menurutnya, setelah proses pemilihan selesai, seluruh kader harus kembali bersatu dan fokus membangun organisasi agar semakin kuat, modern, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa jabatan yang kini diembannya bukanlah tujuan utama dalam berpolitik. Baginya, kepemimpinan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja keras, dedikasi, dan pelayanan kepada partai maupun masyarakat. (*)















