MUBA,JR.ID – Beredar sejumlah isu bahwa Revitalisasi Jembatan Lalan Pasca Ambruk ditabrak oleh Angkutan Batu Bara tidak berjalan dengan baik dibantah oleh Ketua Asosiasi Pengguna Sungai Lalan (AP6L) Humala Oloan Pasaribu, Sabtu (16/8/2025).
Berdasarkan Laporan Progres Revitalisasi Jembatan Lalan oleh Tim, sejumlah pekerjaan terlihat baik dan tanpa hambatan apapun.
Sebelumnya diketahui, Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Tender Pekerjaan, Revitalisasi Jembatan P6 Lalan Nomor 092/MK-AP6L-AMT/II/2025 Penyedia Jasa/Kontraktor (EPC) Desain & Build Revitalisasi Jembatan P6 Lalan : MK memulai laporan pelaksanaan (30-Maret-2025) pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam SPK saat ini sudah masuk bulan ke-4 dari sisa waktu 4 (empat) bulan lagi sampai dengan Desember 2025.
Menurut Humala Oloan Pasaribu, progres pekerjaan kegiatan Revitalisasi Jembatan Lalan sejauh ini dalam Progres yang baik. Dimana progres capaian saat ini berdasarkan S-curve kemajuan Project, telah mencapai 30 Persen Lebih memasuki Minggu ke – 22 di Bulan Juli.
“Artinya isu yang beredar tersebut, tidak benar dengan kenyataan yang ada dilapangan Progres sudah cukup Maksimal dalam pelaksanaanya,” kata Humala.
Lebih lanjut, pada minggu ke – 22 kegiatan sudah sampai pada Progres, Pemancangan di P1 dan P2 selesai, sudah dilakukan joint inspection konsultan MCM dan kontraktor KSO, PDA Test (Ulang): P1 = T1 T2 T4 T5 P2 = T2 T3 T5 T7 Marking chemical anchor pile cap P2 Perakitan bekisting pile cap P2 Pabrikasi pembesian pembesian isian TP P2, Pengisian pasir TP P2, Pembuatan buoy jalur lintas kapal dengan Bobot Progress Minggu ke 22, Bobot Rencana: 32,83 persen, Bobot Realisasi: 31,35 Persen, Deviasi: -1, 48 Persen.
“Ini dengan demikian, kita sudah bekerja dengan maksimal, kami berharap agar Masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan Isu yang dapat memperhambat kinerja kita dilapangan,” cetusnya.
Selama Progres Pengerjaan Revitalisasi Jembatan P6 Lalan berlangsung, kita terus berusaha menyediakan beberapa Fasilitas untuk Masyarakat yang melintasi Sungai.
“Diantaranya, kami dari Asosiasi terus menyediakan 4 perahu ketek dan 2 LCT kayu untuk membantu penyebrangan warga dan anak sekolah selama perbaikan jembatan berlangsung,” ungkapnya.
Kami juga menegaskan, bahwa Pembangunan ini tidak memakai Uang APBD sama sekali Semuanya ditanggung perusahaan pengguna Sungai lalan di bawah naungan Asosiasi AP6L dan Perusahaan Penubruk (PT Asia Mulia Transpasifik dan PT Apau Sejahtera Abadi).
“Kami AP6L terbuka kepada semua Elemen Masyarakat untuk mengetahui kemajuan Proyek Pengerjaan Pembangunan Revitalisasi Jembatan Lalan ini,” tuturnya.
Sementara itu, Budi Konsultan MK menjelaskan kalau progres Jembatan Lalan ini memang ini agak berat tidak terlepas latar belakang kegiatan/proses dengan jadwal yang sangat ketat, mulai pemilihan MK (September 2024 – Oktober 2024), baru ditunjuk/mulai kerja 1 Novemver 2024 yang mana MK dan Owner diwajibkan oleh PJ Gubernur menyiapkan lelang kontraktor dalam 3 bulan saja (normatif 6 bulan), lalu jadwal pelaksanaan juga diperketat oleh Gubernur terpilih dibawah 10 bulan (normatif 1 tahun), namun tantangan tersebut AP6L akan selalu berupaya maksimal untuk menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu.
“Setelah lelang/ tender kontraktor baru bisa terpilih Februari – Maret 2025) dengan kondisi Desain dan Build jadi kontraktor wajib membuat perencanaan dulu selama 3 Bulan baru bisa kerja,” katanya.